Segitiga Bermuda sering disebut juga dengan Limbo of
the lost, The twilight zone, Hoodoo Sea, Devil’s Triangle.
Kawasan berbentuk segitiga di samudra Atlantis yang
dibatasi oleh Bermuda, Puerto Rico dan Fort Lauderdale-Florida ini, sebelum
tahun 1964 mempunyai julukan-julukan yang terkenal ini, tetapi karena adanya
laporan-laporan aneh yang terjadi di situ atau di dekatnya yang tercatat selama
berabad-abad. Pada kenyataannya, banyak yang mengatakan bahwa Christopher
Columbus adalah salah satu saksi keanehan Segitiga Bermuda ini. Ketika
kapalnya, Nina, Pinta dan Santa Maria berlayar melintasi kawasan itu pada tahun
1492, dilaporkan bahwa kompas Columbus bergerak kacau dan bahwa mereka melihat
cahaya aneh di angkasa, dalam catatan yang dibuat Columbus, ketidak-tepatan
kompasnya dikiranya tidak lebih dari ketidak cocokan antara arah utara yang
sebenarnya dan arah utara magnetik. Sedangkan mengenai cahaya di langit,
Columbus menulis, dia melihat nyala api yang besar sekali, yang akhirnya jatuh
ke laut – kemungkinan sebuah meteor. Sekali lagi dia melihat cahaya di angkasa
pada tanggal 11 Oktober. Ini adalah sehari sebelum pendaratannya yang sangat
terkenal itu. Cahaya itu berkelebat di dekat Cakrawala, di mana benua yang
hilang itu berada.
Kejadian bersejarah lain yang sampai sekarang masih
ada tentang segitiga Bermuda adalah penemuan kembali Mary Celeste, kapal layan
ini ditemukan telah ditinggalkan di tengah laut pada tahun 1892, kira-kira 400
mil diluar jalurnya dari New York menuju ke Genoa, tak ada tanda-tanda
keberadaan 10 orang awaknya atau apa yang terjadi pada mereka, karena sekocinya
juga hilang, kemungkinan besar mereka meninggalkan Mary Celeste karena amukan
badai yang mereka perkirakan tidak akan dapat ditahan oleh kapal itu, tetapi
apa yang semakin membuat segitiga Bermuda ini bertambah misterius adalah karena
kapal itu tidak berada di dekat segitiga Bermuda, tetapi ditemukan di lepas
pantai Portugal.
Legenda segitiga Bermuda ini sebenarnya dimulai pada
tanggal 5 Desember 1945, dengan hilangnya penerbangan 19 yang sangat terkenal
itu, lima pesawat pembom hilang dalam misi latihan rutin, demikian juga tim
penyelamat yang mencari mereka yang terdiri dari enam pesawat terbang dengan 27
awak, hilang tanpa jejak, tidak ditemukan serpihan penerbangan 19 itu.
Ada kurang lebih 200 kecelakaan besar dan aneh yang
menambah kemisteriusan kawasan itu, seorang penulis bernama V. Gaddis pada
tahun 1964 menjuluki kawasan itu dengan Segitiga Bermuda, dalam sebuah artikel
di majalah fiksi, Argosy. Masyarakat begitu tertarik pada phenomena ini dan
lebih dipacu lagi oleh buku bestseller tulisan Charles Berlitz yang juga
berjudul Segitiga Bermuda. Banyak orang masih penasaran dan terus mencari
petunjuk-petunjuk baru, untuk membuktikan adanya Atlantis dan Segitiga bermuda
ini. Ataukah ini semua hanyalah isapan jempol atau kisah fiksi semata?
The Disobedient Frog I would like to tell you about the disobedient frog A young frog live with widowed mother in a large pond. A rascal and a trouble maker, he never listened to his mother and cause her much grief and embarassment.
* Chakra Sensing Technique: Teknik sensor utk mndeteksi Chakra lwan shngga pngguna bsa mngetahui posisi lwan dri jarak jauh *Pein Rikudō: menggunakan Rinnegan utk mengontrol enam tbuh yg mmliki kemmpuan yg berbeda *Gakidō: membuat pengguna mmpu serap chakra tanpa batas *Chikushōdō: membuat pengguna mmpu mmnggil berbagai jenis makhluk, *Shuradō: membuat pengguna mmpu mndatangkan Armor mekanik n
Komentar
Posting Komentar